Pertanyaan itu muncul dihatiku setiap hari. Ya…setiap hari! Tapi selalu ada alasan tuk menunda, terutama karena aku ibu dua anak tanpa ART, yang do it ‘all by my self’. Selalu ada alasan pokoknya . Setelah buku perdana di pertengahan 2017 lalu, sepertinya aku kehabisan tenaga tuk mulai menulis lagi. Inginnya, bisa menulis buku yang inspiratif (lagi), dilengkapi dengan data yang valid, berdasarkan kisah yang dialami sendiri, persis buku perdana. Kalau ingat-ingat zaman semangat nulis kayak orang kebelet nikah dulu, aku merasa memang semangat menulisku hari ini menurun. Dan niat untuk menebar nilai positif itu, tetap ada. Tapi ibarat bunga, sudah kuncup. Seorang teman pernah berkata, “Jadi blogger saja, Mi. Tulisannya gak harus panjang. Satu-dua jam selesai. Rutin nulis satu minggu satu postingan saja, sudah bagus.Bisa menginspirasi, bisa jadi profesi juga.” Dulu ucapannya kuabaikan, dan sekarang, teringat lagi. Ya…kenapa tidak? Apalagi lihat di beranda banyak teman-t...
Tak ada kata terlambat tuk belajar.